-
Berita ke 1
Cara membuat kode warna Html di blog
dan yang paling mudah dengan mengklik warna pada tabel warna
Baca Selanjutnya.... -
Berita ke2
Isi konten. Apa saja yang penting Terisi hehe...
dan yang paling terpenting adalah belajarnya
Baca Selanjutnya.... -
Berita ke 3
Isi konten. Apa saja yang penting Terisi hehe...
dan yang paling terpenting adalah belajarnya
Baca Selanjutnya.... -
Service4
Isi konten. Apa saja yang penting Terisi hehe...
dan yang paling terpenting adalah belajarnya
Baca Selanjutnya....
WIKIPEDIA (Perluas pemahaman dengan mencari arti istilah bahasa)
KAMPUS UIN MATARAM
Inilah photo-photo bersama Kakak-kakak KKP IAIN Mataram yang nge-Kos di rumah saya,dan saya berkhayal sebagai mahasiswa di sana dan Alhamdulillah sekarang saya diterima,kemudian terimakasih
Akan datang hari Lebaran
WISATA TIU PITUQ
Tempat wissata Tiu Pituq ini tidak terlalu jauh dari dusun Penjor.Haya melangkah atau langsung menuju ke barat laut dari dusun Penjor. Pandangan alamnya menawarkan keindahan alamiah dalam pencitraan kelima indra yang butuh waktu-waktu sunyi damai,indah untuk berselfi ria bersama keluarga,handai tolan,kerabat,bahkan boleh juga calon pendamping yang selalu mengikutimu sampai ke dalam hati yang paling dalam.Buatlag sejarah indah di sini,kemasla panorama dengan kameramu yang cantik,bentuklah cerita-cerita indah sebagai perofile hidupmu.Di sepuluh tahun ke depan pasti Anda dan si Dia ingin merewin kisah yang terkemas dalam album photomu,bahkam mungkin telah Anda sebarkan di jagat maya.
Keramahan penduduk di sini jangan disangsikan,ajaklah dia sebagai penunjuk jala-jalan yang sulit.
Di sini,juga di sediakan wisata religi,yang bila Anda menelusuri keberadaan makam-makam keramat,seperti Makam Titik Sama Guna,Makam Patih Tempamg,Makam Raja-raja Genggelang,dan situs-situs budaya yang lainnya.
Sekian Selamat Bersantai Ria.
peta
Rammadan indah
Ramalan
Kayaknya,Ana decch ?
Kurang dipercayainya,karena dia belum mengenal Anda
Video sederhana Latihan Karoke
Video Ulya
baca
REALISASI KATA BACA
Baca seperti yang kita fahami merupakan mengambil makna daripada tulisan atau simbol-simbol tertentu.
Dalam alquran Allah menyuruh Rasulullah untuk membaca,walau Rasulullah menjawab aku tidak bisa membaca.
Penting sekali arti sebuah bacaan,sehingga sebagai fenomena yang pernah terjadi pada saat dialog Allah dengan Nabi Muhammad SAW.
Dialog Allah dengan rasulNya seolah-olah sebagai ilustrator yang wajib dipelajari,dan diamalkan oleh hamba beserta kaumnya di kemudian hari,betapa tidak,karena antara whyu alquran dan umat Rasulullah merupakan ilmu dan praktek
sakit.html
SAKIT
Pernah ketika Minhatul Maula baru berumur 3 tahun,diajak oleh ibunya ke kebun,setelah sampai jalan menuruni sungai Tairi Mini terjatuh bersama anaknya,dan anaknya di atas punggungnya,sementara tangan kiri mini memegang parang yang di taruh di bawah pantat anaknya,dia terjatuh di pangkuan anak yang di bawah punggungnya sementara si anak menunggang parang tak ayal lagi luka parah pantat anaknya kurang lebih 20 cm,masyaAllahurabbulalamin.
Karena lukanya terlalu besar maka Ula langsung di bawa ke Puskesmas gondang Oleh Alm.Amiq Kabir dengan Maulana,sementara yang memboncengnya ke Gondang Jana (Senara).
Pada suasana seperti inilah paling sulit kita menyabarkan diri,tapi syukurlah lukanya sembuh dalam tempo dua minggu.




begini ceritanya Kami ke Gondang ke dokter praktek Badanya lemas dan panas kami agak kesulitan membawanya,untung saja ia ketiduran saat digendong.wah perasaan kami semakin sedih sulit menahan air mata,karena anak baru berusia satu bulan,dan Alhamdulillah masa-masa sulitpun telah lewat.



au
MBUANG AU
Mbuang au adalah kebiasaan adat di daerah sasak Lombok Utara.Dikatakan mbuang au karena memang betul membuang abu bekas mendedeng(menghangatkan sekaligus mengurut bagian bagian tubuh si anak yang perlu diperbaiki)
Acara tersebut dilanjutkan dengan berzikir dan berdoa mungkin ditambah lagi dengan acara ngurisang (mencukur rambut yang pertama kali bagi bayi sambil di iring dengan selawatan,atau berzanji).Tapi boleh juga dengan tidak di iringi dengan ngurisang sebab ngurisang boleh di susul di lain waktu.
Acara selamata mbuang au adalah selamatan yang biasa dilakukan oleh keluarga Sasak yang dilaksanakan setelah tali pusat anak sudah kering dan terlepas.Pada pelaksanaan ini terlihatlah suasana sakral dan simbolik dari kultur asli daerah Sasak.Umpamanya bila anak yang akan di buang abunya berjenis kelamin perempuan maka yang membuang abu tersebut adalah ayahnya.Membuang abu harus di bawah pohon pada pagar kebun,yang utama di bawah pohon jarak pada pagar yang mengikuti jalan/searah dengan jalan.Setelah kembalinya si pembuang abu harus membersihkan kamar tempat si bayi dibaringkan dipadukan dengan bertingkah laku sesuai dengan kreatifitas seorang perempuan,diharapkan nantinya si anak akan rajin seperti tingkah orang tua yang bersifat religi kultural.Dan masih banyak lagi acara-acara yang lain yang kalau ditulis mungkin sepanjang sekrepsi mahasiswa jurusan anthropologi kebudayaan yang mengejar sarjana di bidang budaya.Lain daerah lain caranya lain orang lain juga sifatnya,tetapi kita tetap makhluk Allah.
au
MBUANG AU
Mbuang au adalah kebiasaan adat di daerah sasak Lombok Utara.Dikatakan mbuang au karena memang betul membuang abu bekas mendedeng(menghangatkan sekaligus mengurut bagian bagian tubuh si anak yang perlu diperbaiki)
Acara tersebut dilanjutkan dengan berzikir dan berdoa mungkin ditambah lagi dengan acara ngurisang (mencukur rambut yang pertama kali bagi bayi sambil di iring dengan selawatan,atau berzanji).Tapi boleh juga dengan tidak di iringi dengan ngurisang sebab ngurisang boleh di susul di lain waktu.
Acara selamata mbuang au adalah selamatan yang biasa dilakukan oleh keluarga Sasak yang dilaksanakan setelah tali pusat anak sudah kering dan terlepas.Pada pelaksanaan ini terlihatlah suasana sakral dan simbolik dari kultur asli daerah Sasak.Umpamanya bila anak yang akan di buang abunya berjenis kelamin perempuan maka yang membuang abu tersebut adalah ayahnya.Membuang abu harus di bawah pohon pada pagar kebun,yang utama di bawah pohon jarak pada pagar yang mengikuti jalan/searah dengan jalan.Setelah kembalinya si pembuang abu harus membersihkan kamar tempat si bayi dibaringkan dipadukan dengan bertingkah laku sesuai dengan kreatifitas seorang perempuan,diharapkan nantinya si anak akan rajin seperti tingkah orang tua yang bersifat religi kultural.Dan masih banyak lagi acara-acara yang lain yang kalau ditulis mungkin sepanjang sekrepsi mahasiswa jurusan anthropologi kebudayaan yang mengejar sarjana di bidang budaya.Lain daerah lain caranya lain orang lain juga sifatnya,tetapi kita tetap makhluk Allah.
belian
adaptasi
Hubungannya dengan masalah ini adalah Mini harus sedikit memaksakan diri untuk belajar hidup dengan suami dalam lingkaran keluarga suaminya. Karena sedikit adanya pemaksaan,maka terjadilah tangis,bukan berarti Mini tak mau ngikut suami,hanya saja dia belum terlatih di tempat yang lain bersama-sama orang lain pula.
asar tua
Ulya - Liwa
Selamat hari Ulang tahun Untuk kalian berdua,Anak-anak ku tersayang
index
masukan logo perusahaan anda disini


Mari Bersatu
Oleh : Obing Juni 2017
Di pangkuan orang tua.Kita bagai nabi Nuh yang menumpangi kapal dalam mengarungi bahtera luas, berombak besar.Karena hanya pada kapal inilah Allah menitipkan seluruh calon generasi kehidupan di pelanet bumi ini, tanpa dia dunia ini hampa tak berpenghuni lagi tapi sayang anak yang dicintainya tak mampu di selamatkan (cerita para nabi).Dalam pangkuannya si anak dilantunkan berbagai macam irama kehidupan yang sudah, kini, dan nanti ia akan alami.
Seperti karya besar guru kami yang tercinta Bp.Almagfurullah TGKHM.Zainuddin Abd.Majid Pancor, Ia telah(seperti menggendong) murid-muridnya sejak zaman penjajahan sambil berwasiat dengan cinta kasih sayang yang tinggi.Seperti yang diucapkannya pada Hari Ulang Tahun NW yang ke-17 di hadapan para mahasiswa dan tullab Ma’had di Pancor pada tanggal 1 Maret 1970 (tahun kelahiran saya).Waiat (amanat). Pada bait ke-25:
Aduh saying!
Mari bersatu di satu barisan
Janganlah suka berkeliaran
Tetap bersatu bersama IKHWAN
Menurut pimpinam Nahdlatul Wathan
Bait ke-26:
Aduh sayang!
Tetapkan dirimu bersama Ikhwan
Bersama pembela NAHDLATUL WATHAN.
Jangan selalu mendengar ocehan
“SUARA ORANG DI PINGGIR JALAN”
Bait ke-27:
Aduh sayang!
Dasar selamat BERSATU KALIMAH
bers tu DERAP bersatu LANGKAH
dasar bahaya BERPECAH BELAH
terkadang membawa SU’ULKHOTIMAH
Bait ke-28:
Aduh sayanag!
Kalau anakku berkompak selama
di satu barisan bersama-sama
Pastilah NW jayaya lama
Karena Syaithan ta’dapat NGGRAMA
Begitulah sayangnya Guru kepada murid-muridnya.
Di lain pihak kita juga mempersaksikan bahwa ada Ladang yang terhampar di lubuk hati si penyair sebagai pemersatu fiksasi bagi orang dalam dunia pentas, dongeng, sandiwara,atau film .Walau kita berasal dari berbagai kebinekaan.
Lapangan olahraga sebagai pemersatu dalam permainan.Banyak bangsa dan negara yang membuat perlombaan dan pertandingan untuk dihadiri oleh olahragawan inter dan antar Negara hanya lantaran keberpentingan kesehatan saja.
Rumah sebagai pemersatu adat dan kebiasaan yang diturunkan oleh marga dalam keluarga.Di sinilah embrio dari prilaku, adat, kebudayaan, pradaban,sosial, politik, dan agama.Barulah di kemudian hari terjadinya asimilasi prilaku, adat, kebudayaan…yang dikawinkan untuk mendapatkan generasi peradaban yang sama-sama kita anggap sebagai “modern”.Hanya saja rumah sebagai anak tangga menuju peradaban yang sekarang Anda singgahi, Walau terkadang kita sedikit terganggu oleh sebagian kata tahyul yang ikut mendomplingi keyakinan kita, tapi stop dulu marahmu karena keadaan seperti ini juga dirasakan oleh berjuta-juta orang selain kita, anggap saja keyakinan tersebut adalah “Pra Embrionic Religius”( menuju perkenbangan agama)yang menimpa kita, supaya kita mudah meyakini hal yang lain.
Masjid sebagai pemersatu iman dalam islam (secara khusus).Pada masa Rasullullah masjid dijadikan jantung dan pusat pergerakan Islam. Masjidilharam sbg.pemersatu umat secara universal dan gelobal.Kita diarahkan ke suatu titik pandang yang sama oleh Allah yakni Ka’bah baitullah.Inilah rumah hakiki kita dan bukan majazi.
Allah berfirman dalam Surag al-Baqrah[2]:148
وكل وجهه هومولىهافا ستبقوا ا لخىرات اىنما تكو نواىات بكم الله جمىعا ان الله على كل شىءقدىر
Yang artinya:
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berloma-lombalah kamu dalam kebaikan.Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya.Sesungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu (QS. al-Baqarah [2]:148).
Di luar masjid yang terdiri hamparan relief yang membentuk wajah bumi dengan berbataskan cakrawala pandang.Tanpa membosankan walau terkadang permainan imajinasi di pentaskan mungkin karena sudah terlalu lelah menyaksikan dunia nyata.
Panggung-panggung digunakan untuk mempersatukan persepsi (menampilkan) berbagai macam peran yang akan dipertontonkan ke khalayak ramai kemudian dikemas ke dalam berbagai bentuk sesuai dengan tuntutan zaman,sampai ke bentuk yang kita saksikan di era ini, seperti tv, computer, internet, hp, tab.,dll.Dalam panggung dan media tersebut mereka juga mengajak kita ke suatu arah pandang yang sama yakni ke ranah suasana hati sesuai karakter yang dikoreografikan dalam peran dan karakter yang ditampilkan oleh para tokoh,dalam monitor selain menyampaikan berita dan fakta. Besarnya pengaruh indera dalam mencitrai lingkungan, ia sebagai alat detektif dari benda-benda yang berespon yang layak dibutuhkan atau dijauhi. Kita sebagai makhluk yang berasal dari tiada ke ada yang sengaja dihidupkan, sehingga Allah menaburkan berbagai macam bentuk rezeki yang menutupi permukaan bumi dan alam ini tanpa menyisakan tempat, waktu sesempit dan seluas area yang manusia mampu mengukurnya.Mengapa kita harus ragu terhadap gejala kehidupan ini. Wallahul mu'afiqu hual haadi ila syabiilirrasyad summassalamu'alaikum wr.wb.
Pinjam Konsep Link
Nuansa Keberbedaan Idea
Nuansa Keberbedaan Ide
Walau sering kita mendengar dan menggunakan kata ‘Ide’tetapi sering juga kita mengalami perbedaan dalam memaknainya sehingga membuat seseorang kerap adu argumen dengan orang lain bahkan sampai-sampai mengajukan berbagai media referensi untuk menguatkan pendapatnya.Ide banyak membuat perbedaan cara pandang, cara kerja , bahkan membuat jurang ikhwah sumakin melebar.
Dari zaman heliosentris ke zaman geosentris kata-kata ide selalu mengalami perkembangan yang sangat pesat dan selalu hangat menjadi perbincangan para ahli.
Banyak orang yang ingin mempersatukan pendapat antar sesama dengan menggunakan pengertian ide sebagai senjata pemersatu karena menganggap bahwa ide merupakan bagian dari keadaan manusia itu sendiri selain materi.
Mereka menganggap ide mempunyai sifat permanen dan materi tidak permanen .Dalam diri manusia kata mereka, terdapat jasad kasar (materi) yang bisa hancur bersama tanah ketika kita mati, dan jasad halus (roh) akan kekal.Mereka mengumpamakan sifat roh sebagai gejala rohani,misalnya namanya, budi pekertinya, cinta kasihnya yang masih bisa dirasakan oleh orang yang ditinggalkan.
Kalau kita kaji lebih dalam lagi pembahasan mereka tentang dunia idea terasa bahwa idea menurut versi mereka sangatlah berkesan terbatas hanya sebatas rasio dan alam ini karena istilah-istiah yang mereka gunakan bersifat alamiah, maksud saya bila mereka menemukan suatu gejala yang baru dari pemikiran atau reaksi percobaan mereka selalu membangunkan istilah (‘nama’) kepada temuannya sama kayak bumi melahirkan satu jenis tumbuhan yang baru dikenal langsung dibuatkan nama (nomen klatur) untuknya.Itulah yang saya maksud sebagai “kesan terbatas”.Mereka tidak pernah menyebutkan tentang adanya alam kekal seperti apa yang agama istilahkan sebagai akhirat, surga atau neraka.
Secara sadar atau tidak sadar pendapat-pendapat mereka tentang dunia idea akan selalu bertentangan dengan pendapat agama mereka apalagi agama Islam sejak lahirnya pendapat ini bahkan sampai sekarang karena pendapat mereka cenderung akan melahirkan model “manusia idea / manusia rasio”,yang keberadaan mereka hanya cukup sampai dunia saja,tapi tidak betul karena agama mendifinisikan hal tersebut sebagai pengertian yang lain.
Perbedaan pendapat tersebut sangat sakit dirasakan dunia pada dekade sekarang ini, ia telah membuat peperangan antara orang-orang yang demen agama dengan orang-orang rasionalis dunia,buktinya mereka saling menerorkan antara yang satu dengan yang lain.Entah siapakah sebenarnya yang bersetatus sebagai teroris.Apakah orang yang menciptakan kata teroris atau orang yang tak mengenal kata teroris.Sampai hari ini.”Saya Kurang Jelas”.
Dalam hal ini mungkin kita terlalu subjektif menilai alam ini, seakan-akan apa yang telah dan akan dilakukan oleh alam adalah hasil atau sesuai dengan hasil fikir kita, padahal nyata-nyata pengetahuan tentang alam dan kejadiannya murni warta dari Tuhan kepada manusia artinya bukan berasal dari manusia,hanya manusia sebagai jalur informasinya kepada kita saja khususnya para nabi dan rasul sebagai penerima wahyu Taurat, Zabur, Injil, dan al-Qur’an.
Nabi-nabi dan para Rasul tidak pernah subjektif menilai alam, mereka selalu menyandarkan pendapat mereka kepada Allah saja.Dan hanya Allahlah yang paling berhak subjektif, bukan kita.
Alkisah, kalau diteliti alur cerita kehidupan di masa-masa ini cenderung kita merasa ,” kasihan dech.. lho aku !”.Hampir-hampir tidak tahu kepada siapa kata kasihan kita peruntukkan, apa kepada Lho atau aku.
Seperti penyakit yang sudah mengalami komplikasi yang kronis, dengan efeks dari nuansa perbedaan idiea.Orang sudah mulai ragu-ragu di barisan mana ia akan berdiri, apa harus mengikuti mereka atau atau agama.Padahal di bumi pertiwi yang kita cintai ini sudah menggelar lantai damai buat duduk-duduk mencari mufakat kedamaian, tapi kedamaian itu masih di mana ?,apa di kolong jembatan, di kebun,atau di tempat tidur… bahkan mungkin masih di alam mimpi,..entahlah.
Masalah ini banyak melahirkan efeks baik keributan, perustasi, bahkan sindrom psikopat….lantaran tak tahu memilih harus hidup di pojopk mana dalam pelataran nusantara yang kita cintai bareng ini.BUKA
Kawan ku yang tercinta ini adalah unek-unek yang muncul di hari ke-20 bulan Ramadan 2017.
Perhatikanlah keadaan nusantaramu Kawan, kenali wajahnya, kenali jiwanya apa akan terus seperti ini ?, apa ia masih tersenyum yang tak ramah lingkungan ?...OK, kita tunggu saja nanti di terminal harapan.Terimakasih.
BACA YANG INI
Kah Mentarok (Mari Bertaruh)
Melawan Perasaan Jogang
Merawat Lingkungan
Rawatlah Lingkunganmu
Sejauh ini kita memandang suatu kejadian alam dan manusia sebagai relative.Meramal keadaan yang akan terjadi sebagai suatu ketergantungan dari keadaan,situasi,dan kondisi yang melatar belakangi ramalan kejadian.Ada juga yang mengatakan kejadian yang akan berlangsung kemudian adalah hasil dari seleksi alam,seakan-akan alam sendiri sudah faham keadaan apa yang akan terjadi terhadap dirinya.Hidup ini seolah-olah tak mempunyai rencana.Pandangan ini biasanya berkiblat pada teori Darwin.
Kita telah mengetahui dua model pandangan terhadap kejadian alam.Di awal paragraph merujuk pada teori relativisme Albert Eimstein,dan pandangan ke-dua adalah produk teori seleksi alam dari Darwin.
Ke dua macam teori tersebut telah menjamur di permukaan dunia ini,bahkan telah dibuat sebagai induk dari sebagian disiplin ilmu.tapi banyak orang yang belum menyadari hanya melahap saja sebagai keyakinan.
Sebagai umat nabi Muhammad s.a.w. kita harus peka terhadap apa yang mereka tularkan di bangku-bangku sekolah dan perguruan tinggi khususnya pendidikan Indonesia.Penyebarannya bagai virus yang mengancam keyakinan yang maha benar.
Dalam Islam, sebelum menjadi seorang muslim harus dahulu ada pengikraran diri dengan mengakui Allah sebagai Tuhannya, Nabi Muhammad sebagai Rasunya barulah dikatakan sudah sah sebagai seorang muslimin atau muslimatin.Dengan pengikraran ini sudah teranglah siapa yang kita akui sebagai Rabb dan sebagai Rasul.
Kalau kita mengakui Allah sebagai Tuhan, maka sudah jelaslah bahwa sumber dari segala rencana di muka bumi ini adalah bermula dari rencana Allah bukan relative dan hasil seleksi alam seperti apa yang mereka gaungkan.
Hati-hatilah terhadap ideologi samawi kita yang indah,yang cantik,yang ramah lingkungan.Janganlah dicampur dengan ideology relativisme atau darwinisme yang selalu mereka kemas dengan profil yang mereka katakan sebagai kadar ilmiah yang tinggi, yang pass dengan filsafat kehidupan.Padahal kenyataannya pendapat seperti ini perlu ditinjau kembali keabsahannya.
Padahal sejauh ini kita pertanyakan,”Dari peradaban-peradaban siapakah lahirnya teknologi pemusnah massal,bom atom,atau bahan perusak alam dan kehidupan yang lainnya,Tidakkah kita melihat perbedaan dari ilmu yang benar-benar lahir dari standar al-Qur’an dan al-Hadis yang tampa membuat pencemaran lingkungan,keributan,dan peperangan”?.
Ilmu Islam tidak pernah ingin mencoba membahas tentang ekstensi suatu zat yang diadopsi ke dalam teknologi yang ujung-ujungnya melahirkan produksi senjata,bom,atau nuklir.
Juga perhatikan sampah-sampah anorganik yang sebagai momok di muka bumi di zaman ini, bukankah ia hasil dari penggila ilmiah yang diterapkan ke dalam teknologi.Bahkan yang lebih parah lagi penggunaan bahan-bahan yang sulit hancur sudah tidak dianggap tabu lagi, walau dahulu ia sebagai orang yang fananik terhadap lingkungan.
Di zaman ini kita harus wanti-wanti terhadap suguhan peradaban dari anak-anak zaman, baik mengonsumsi hasil produk, hasil pemikiran, hasil teori, hasil kaidah-kaidah yang diterapkan oleh siapapun agar kita tak terjerumus kepada faham yang menyesatkan badan, iman, dan alam-raya ini.
Secara global alam ini sudah boleh dikatakan mengidap sindrom yang kompleks baik dilihat dari disiplin geografi, disiplin ekonomi, disiplin politik, dan disiplin lain-lainnya.Agaknya iklim dari berbagai disiplin yang kita pakai sekarang khususnya di “Indonesia” suhu panasnya semakin meningkat baik suasana keberagamaan, keberpolitikan, keberhukuman, kebernegaraan, keberlingkungan dll.
Maka saudara-saudaraku yang tercinta, buatlah Ramadan ini sebagai wadah “kaji diri”, ladang peribadatan, karena Alah telah menciptakn Ramadan kayak Riadlul Jannah ( taman syurga ) tempat menanam benih-benih kebajikan.”Biji ditanam akan menjadi seratus biji, 200biji ,400 biji kayak deret ukur yang dihitung oleh Robert Maltus si ahli kependudukan internasional, tapi sayangnya orang ini terlalu susah terhadap peledakan jumblah penduduk di seribu tahun mendatang, padahal semakin banyaknya penduduk dunia yang baik-baik akan menambah kebaikan dunia itu sendiri”.Ini ujaran saya, bila salah, tolong ditinjau kembali !.
Jagalah Lombok yang indah ini, Lombok yang ramah ini,gumi Sasak yang baldotun tayyibatun warabbun gafur, ling batur Jawa, ”Gemah ripah loh jinnawi toto tentram kertoraharjo”.Wassalam…
Html Editor
Html Editor
Buat sahabat blogger yang baik. bila Anda suka mengutak-atik kode (tag) html dalam nembuat halaman web atau sekedar membuat buku bacaan...
-
Rubi FENOMENAKU Inilah fenomena cintaku di awal agustus 1997.Hihdup dalam lingkaran cinta bagaikan hidup dalam dunia kanak-kan...
-
Buat sahabat blogger yang baik. bila Anda suka mengutak-atik kode (tag) html dalam nembuat halaman web atau sekedar membuat buku bacaan...


















